Buser Official NET, Bima – Program Selasa Menyapa yang digagas Pemerintah Kabupaten Bima kembali digelar di Kecamatan Lambu. Pada tahap kedua ini, kegiatan dipusatkan di Desa Sangga dan Desa Simpasai selama dua hari, Kamis hingga Jumat (23–24 April 2026), dengan menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima melalui berbagai kelompok kerja (Pokja), bekerja sama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Di bidang lingkungan dan pendidikan, dilakukan penanaman pohon sawo dan rambutan di halaman SDN 2 Simpasai, yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama pihak sekolah dan masyarakat setempat. Selain itu, pembinaan kader dasawisma se-Kecamatan Lambu juga digelar sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam pembangunan.
Pokja I TP PKK Kabupaten Bima turut melaksanakan pembinaan dan sosialisasi program kepada pengurus Pokja I PKK desa se-Kecamatan Lambu yang dipusatkan di SDN Inpres Simpasai.
Sementara itu, Pokja II menghadirkan panggung literasi bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, sekaligus melakukan pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Simpasai.

Di sektor ketahanan pangan dan lingkungan, Pokja III menggelar sosialisasi serta demonstrasi pembuatan pupuk cair di Desa Sangga yang melibatkan pengurus Pokja III desa se-Kecamatan Lambu.
Tak hanya itu, Pokja IV juga aktif menggerakkan masyarakat melalui senam pagi bersama di Lapangan Desa Sangga, dilanjutkan dengan simulasi mitigasi bencana kebakaran bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta kunjungan pelayanan kesehatan di Posyandu.
Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti Ady Mahyudi, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak, khususnya TP PKK Kecamatan Lambu serta pemerintah desa Sangga dan Simpasai.
“Seluruh program yang dilaksanakan ini merupakan bentuk nyata untuk menjawab kebutuhan dasar keluarga di berbagai sektor,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat harus diperkuat agar mampu menjadi mandiri dan sejahtera.

“Harapannya, kegiatan ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, sehingga layanan kebutuhan keluarga dapat terpenuhi secara optimal,” tambahnya.








