Menurut pria tersebut, persoalan yang terjadi sebenarnya sederhana dan seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi serta kejelasan antara kedua pihak. Namun, ia menilai persoalan tersebut kemudian berkembang karena diduga dibarengi dengan berbagai persoalan lain yang justru membuat situasi menjadi menguntungkan bagi pihak wanita dan berpotensi dimanfaatkan.
Pria tersebut mengaku telah berulang kali berusaha mengakhiri hubungan. Namun, wanita itu disebut terus datang dan berusaha mempertahankan hubungan, meski pria tersebut mengaku telah berkali-kali memberikan peringatan agar tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan persoalan.
Peringatan tersebut, menurut pengakuannya, justru diabaikan dan tindakan yang dipersoalkan kembali terjadi. Kondisi itu membuat pria tersebut mulai mempertanyakan apakah hubungan tersebut benar-benar didasari keinginan untuk bersama atau terdapat tujuan lain.
Ia juga mengaku mendapat informasi bahwa dirinya kerap dibicarakan secara buruk dan dihina di hadapan orang lain. Di sisi lain, wanita tersebut disebut meminta agar hubungan mereka tidak diketahui banyak pihak.
Persoalan kemudian berkembang pada masalah keuangan. Pria tersebut membantah anggapan bahwa dirinya kerap menggunakan uang wanita. Ia justru mengklaim dirinya yang sering diminta mencari uang dan memenuhi berbagai kebutuhan.
Kecurigaan semakin meningkat ketika pria itu mengaku menemukan percakapan yang menurutnya terkesan mengarahkan dirinya untuk mengakui adanya tindakan kekerasan. Ia khawatir komunikasi tersebut nantinya digunakan sebagai bagian dari persoalan hukum.
Selain itu, pria tersebut mengaku beberapa kali mengalami kejadian di tempat ramai ketika wanita itu disebut tiba-tiba berteriak atau menunjukkan emosi di hadapan orang lain. Ia menduga situasi tersebut dapat memancing reaksi masyarakat yang tidak mengetahui kejadian sebenarnya.
Menurut pria tersebut, ketika berbagai persoalan itu muncul secara bersamaan, masalah yang awalnya sederhana justru berubah menjadi persoalan yang jauh lebih besar. Ia menduga kondisi tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk menempatkan dirinya dalam posisi tertentu atau memperoleh keuntungan dari situasi yang berkembang.
Dari seluruh rangkaian tersebut, pria itu menilai terdapat pola yang menurutnya tidak lagi dapat dianggap sebagai konflik hubungan biasa. Ia kemudian berusaha menyimpan komunikasi, mengingat kronologi, serta mengumpulkan informasi untuk mengetahui apakah terdapat tujuan tertentu di balik berbagai tindakan tersebut.









