PSSI NTB Jatuhkan Sanksi Teguran Keras kepada PS Daygun, Insiden Liga 4 NTB Disorot

Screenshot

Buser Official NET, Ketegangan mewarnai fase akhir kompetisi Liga 4 NTB Zona Pulau Lombok. Persaingan ketat di lapangan hijau justru diwarnai sejumlah insiden, mulai dari aksi pelemparan botol oleh suporter hingga dugaan percobaan penyerangan terhadap wasit, sehingga Panitia Disiplin PSSI NTB bergerak cepat menjatuhkan sanksi.

PS Daygun menjadi salah satu tim yang resmi menerima teguran keras. Klub tersebut dinilai bertanggung jawab atas insiden pelemparan botol oleh penonton seusai laga kontra Perslotim. Tindakan suporter tersebut dianggap mencederai sportivitas dan melanggar ketentuan kompetisi.

Example 300x600

Ketua Panitia Disiplin PSSI NTB, Agus Sukmayadi, menegaskan bahwa insiden tersebut melanggar Pasal 70 ayat 1 Kode Disiplin PSSI. “Kami telah menjatuhkan sanksi berupa teguran keras kepada PS Daygun. Jika kejadian serupa terulang, sanksi yang diberikan bisa jauh lebih berat,” ujar Agus, Rabu (28/1).

Insiden lain juga terjadi pada pertandingan antara Bintang Ampenan FC melawan PS Bintang Kejora. Sejumlah ofisial dan pemain Bintang Ampenan FC diduga mencoba menyerang wasit setelah pertandingan yang dimenangkan Bintang Kejora dengan skor 2-1. Aksi tersebut diduga dipicu ketidakpuasan terhadap keputusan wasit.

Baca Juga :  Empat Tim Lolos ke Semifinal Liga 4 NTB Zona Pulau Sumbawa

Agus memastikan, insiden penyerangan terhadap wasit tersebut tengah ditelaah secara mendalam oleh Panitia Disiplin. “Pasti ada sanksinya. Saat ini kami masih mengkaji bukti-bukti yang ada di lapangan,” katanya.

PSSI NTB menegaskan komitmennya untuk menegakkan regulasi secara tegas dan tanpa pandang bulu. Setiap pelanggaran yang melibatkan pemain, ofisial, maupun suporter akan dikenakan sanksi sesuai Laws of the Game dan Statuta PSSI.

Wakil Ketua PSSI NTB, Suhaimi, menyatakan seluruh rangkaian kompetisi Liga 4 NTB memiliki dasar hukum yang kuat. Ia memastikan penegakan disiplin dilakukan secara objektif tanpa intervensi pihak manapun.

“Semua yang berkaitan dengan pelaksanaan kompetisi telah diatur dalam regulasi PSSI. Jika terjadi pelanggaran, sanksi akan dijatuhkan berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku,” tegas Suhaimi.

Baca Juga :  Pengembangan Kasus Sabu, Kasat Narkoba Polres Bima Kota Diperiksa Polda NTB

Ia menambahkan, penegakan aturan sangat penting untuk menjaga kredibilitas sepak bola daerah. PSSI NTB berharap insiden yang melibatkan PS Daygun dan Bintang Ampenan FC menjadi pelajaran bagi seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Liga 4 NTB sendiri dirancang sebagai wadah pembinaan pemain muda yang sehat dan kompetitif. Namun, menyusul maraknya insiden fisik dan kericuhan penonton, PSSI NTB memperketat pengawasan di setiap pertandingan demi menjamin keamanan perangkat pertandingan serta keadilan bagi seluruh klub peserta.

<banner 500x600
banner 120x600