Bedah Program Selasa Menyapa, DPC GMNI Kabupaten Bima Gelar Talk Show Refleksi Pembangunan Daerah

Buser Official NET, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bima menggelar talk show bertajuk “Bincang Tahun Baru: Selasa Menyapa dan Arah Generasi” pada Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus kritik konstruktif terhadap efektivitas program unggulan Pemerintah Kabupaten Bima, khususnya program Selasa Menyapa.

Forum tersebut bertujuan menguji sejauh mana kebijakan pemerintah benar-benar berdampak bagi masyarakat, serta memastikan agar program publik tidak berhenti pada tataran seremonial semata.

Example 300x600

Ketua DPC GMNI Kabupaten Bima, Rifki Pratama, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa Selasa Menyapa harus bertransformasi menjadi ruang dialog yang jujur, inklusif, dan berorientasi pada hasil nyata. Menurutnya, generasi muda perlu dilibatkan secara substantif dalam proses pembangunan daerah.

“Tahun baru harus dirayakan dengan keberanian mengevaluasi. Selasa Menyapa mesti menjadi ruang di mana generasi muda benar-benar dilibatkan, bukan sekadar didengar. Pembangunan berisiko kehilangan relevansi jika tidak dilakukan secara kolektif,” tegas Rifki.

Baca Juga :  Taman Literasi Kota Bima Buka Pendaftaran EcoWomenClass dan Eco-Garden Initiative

Diskusi yang dipandu oleh Andi Supriyanto ini menghadirkan tiga narasumber dari lintas sektor, yakni:

  • Politisi: M. Jafar, mewakili Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, M. Aditya Ardin, S.E.
  • Akademisi: Ketua STKIP Harapan Bima, Muhammad Yamin, M.Pd.
  • Pemuda: Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Bima, Fathin Ismail, S.H., M.AP.

Dalam diskusi, para narasumber menyoroti keresahan publik terkait program Selasa Menyapa yang dinilai masih minim tindak lanjut dan cenderung terjebak pada rutinitas agenda tanpa menghasilkan kebijakan konkret. GMNI menegaskan bahwa dialog tanpa eksekusi hanya akan melahirkan kekecewaan baru di tengah masyarakat.

Menanggapi kritik tersebut, M. Jafar yang mewakili Ketua DPD PAN Kab. Bina dan sekaligus juga sebagai Staf Khusus Bupati Bima menyampaikan bahwa Bupati Bima tetap berkomitmen menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ia menjelaskan, setiap masukan akan dipilah berdasarkan skala prioritas untuk segera dieksekusi, sementara aspirasi lainnya didokumentasikan sebagai bahan perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang.

Baca Juga :  Pertama di Indonesia, Program Gurubot Resmi Digelar di Bima, Sasar 4 Kecamatan dan Dorong Pembelajaran Tanpa Internet

Melalui forum ini, GMNI menegaskan posisi generasi muda sebagai subjek pembangunan sekaligus kontrol sosial yang aktif. GMNI berharap diskusi tersebut dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang lebih responsif dan berpihak pada masa depan Kabupaten Bima.

<banner 500x600
banner 120x600