Buser Official NET, Kota Bima – Taman Literasi Kota Bima kembali membuka pendaftaran program pemberdayaan masyarakat bertajuk EcoWomenClass & Eco-Garden Initiative. Program ini dirancang sebagai langkah konkret dalam mendukung kerja-kerja lingkungan, khususnya pengelolaan sampah organik di wilayah Bima.
Program tersebut merupakan kelas inisiatif yang menyasar peningkatan kesadaran dan keterampilan masyarakat, terutama perempuan dan generasi muda, dalam pengelolaan sampah. Fokus utama kegiatan ini adalah sampah organik yang selama ini menjadi penyumbang terbesar dari akumulasi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kelas ini terbuka untuk peserta berusia 17 tahun ke atas, baik perempuan maupun laki-laki. Meski demikian, pendekatan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu titik tekan, mengingat peran strategis perempuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Peserta nantinya akan mengikuti berbagai rangkaian pelatihan praktis, mulai dari peningkatan kapasitas perempuan hingga pelatihan pengolahan sampah organik. Tidak hanya itu, peserta juga akan dibekali pemahaman terkait advokasi kebijakan lingkungan berkelanjutan serta nilai-nilai kesetaraan dalam komunitas.

Kegiatan ini tidak berhenti pada teori. Peserta akan langsung terlibat dalam praktik pengolahan sampah organik di lokasi kegiatan yang direncanakan berlangsung di salah satu RW di Kelurahan Rabangodu Utara. Program intervensi ini akan berjalan selama kurang lebih satu bulan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas terkait, pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga karang taruna sebagai aktor utama dalam pelaksanaan dan keberlanjutan program.
Adapun sasaran utama dari program ini adalah meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, serta berkurangnya volume sampah organik. Pengukuran keberhasilan akan dilakukan dengan membandingkan volume sampah sebelum dan sesudah program dilaksanakan.
Selain itu, kegiatan edukasi dan literasi lingkungan juga akan dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak.
Dari sisi keberlanjutan, hasil pengolahan sampah organik akan dimanfaatkan menjadi produk yang dapat diaplikasikan dalam konsep Eco-Garden maupun produk ekonomi sirkular. Program ini juga diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain, baik tingkat RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan.
Taman Literasi Kota Bima berharap program ini menjadi salah satu solusi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Selain membuka pendaftaran peserta, program ini juga membuka peluang kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak.








