Buser Official NET, Kota Bima, NTB — Warga BTN Grand 1 City, Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah dalam kondisi membusuk di sebuah rumah pada Selasa (14/4/2026).
Korban diketahui bernama Mawardin (40), seorang dosen di STES Harapan Bima. Ia ditemukan di rumah nomor 7 yang merupakan milik iparnya, Fadlin Wijaya. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto melalui Kapolsek Asakota Iptu Mirafuddin menjelaskan, penemuan jenazah bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap dari dalam rumah.
“Saksi bernama Rasidin Hakim bersama rekannya saat itu sedang berada di sekitar lokasi. Karena mencium bau menyengat, mereka mencoba memanggil korban, namun tidak ada jawaban,” ujar Iptu Mirafuddin.
Karena penasaran, saksi kemudian mengecek dari jendela belakang yang terbuka. Dari situ, ia melihat korban tergeletak dalam kondisi sudah membusuk dan dipenuhi belatung.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada warga sekitar, keluarga korban, serta pihak kepolisian. Aparat Polsek Asakota bersama tim identifikasi Polres Bima Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Identitas korban kemudian dipastikan oleh kakak kandungnya, Abdul Haris (50), yang turut hadir di lokasi.
Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum meninggal dunia korban sempat mengeluhkan sakit di bagian perut. Selain itu, korban diketahui tinggal seorang diri sejak tahun 2025, sehingga kematiannya tidak segera diketahui.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Bima untuk dilakukan pemeriksaan luar (visum et repertum). Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap warga yang tinggal sendiri, guna mencegah kejadian serupa tidak terlambat diketahui.








