CERITA MASA LALU NADIA
Seperti biasa, setiap pagi Nadia bersiap untuk berangkat bekerja.
Sesekali Rita juga ikut bersamanya karena tempat kerja mereka searah.
Sejak pagi, suasana rumah sudah mulai ramai dengan aktivitas mereka mempersiapkan diri sebelum berangkat.
Sementara itu, saya dan Bima masih berada di rumah.
Setelah memastikan Nadia dan Rita berangkat dengan selamat, kami biasanya kembali beristirahat karena tidak ada aktivitas yang harus dilakukan sejak pagi.
Keesokan harinya, di sela-sela aktivitas, saya kembali mengingat percakapan kami semalam.
Saat itu, Nadia bercerita banyak mengenai masa lalunya ketika masih menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Dia mengaku pernah tinggal serumah dengan mantan kekasihnya selama masa kuliah.
Kehidupan mereka saat itu dijalani layaknya pasangan yang telah membangun rumah tangga.
Mereka saling percaya dan berbagi banyak hal, bahkan tidak pernah merahasiakan apa pun, termasuk saling mengetahui kata sandi mobile banking masing-masing.
Nadia menceritakan semua itu dengan jujur, tanpa berusaha menutupi sedikit pun kisah masa lalunya.
Saya mendengarkan setiap ceritanya dengan tenang.
Karena bagi saya, setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda sebelum bertemu dengan pasangan yang baru.
Di tengah percakapan itu, Nadia juga mengungkapkan bahwa dokter pernah menyampaikan kepadanya adanya kondisi kesehatan tertentu yang menurut penjelasan saat itu dapat memengaruhi peluangnya untuk memiliki keturunan.
Ia sendiri tidak mengetahui secara pasti bagaimana kondisi tersebut akan berkembang di masa depan.
Pengakuan tersebut sempat membuat saya terdiam.
Namun setelah merenungkannya, saya menyadari bahwa perasaan saya kepadanya tidak berubah.
Apa yang disampaikan Nadia tidak mengurangi keinginan saya untuk terus mengenalnya lebih dalam dan menjalani hubungan ini dengan sungguh-sungguh.
Bagi saya, menerima seseorang berarti juga menerima masa lalunya, kekurangannya, dan segala hal yang menjadi bagian dari kehidupannya.
Saat itu, saya semakin yakin bahwa hubungan yang kami bangun bukan hanya didasari rasa suka, tetapi juga kejujuran dan saling menerima apa adanya.
MULAI MUNCUL PERUBAHAN
Beberapa hari pertama, hubungan kami berjalan dengan baik.
Kami menghabiskan waktu bersama layaknya pasangan yang sedang dimabuk asmara.
Tidak ada pertengkaran ataupun persoalan yang berarti.
Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda dari sikap Nadia.
Ada beberapa kebiasaan yang menurut saya berubah dan terasa tidak seperti biasanya.





