IR Ungkap Dugaan Permintaan Urine untuk Medical Check-Up, Pertanyakan Respons PNM Mekar

Ia mempertanyakan dasar dari tuduhan tersebut dan meminta agar persoalan itu dapat dibuktikan secara jelas.

“Kalau saya disebut sering meminta uang atau memeras, saya mempertanyakan nominal berapa yang saya minta, berapa yang diberikan, dan sejak kapan saya disebut sebagai pemeras. Semua itu tentu harus dibuktikan agar tidak menjadi tuduhan sepihak,” kata IR.

Example 300x600

Menurut IR, persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku justru kerap mendapatkan perlakuan yang menurutnya tidak sepantasnya.

Terkait kedekatan antara dirinya dan RNS, IR juga menyampaikan versi berbeda. Ia mengaku selama ini RNS yang lebih dahulu membangun komunikasi dan kedekatan dengannya. Namun, menurut IR, dirinya kemudian mengetahui adanya pernyataan berbeda dari RNS mengenai hubungan keduanya.

IR menilai perbedaan cerita tersebut perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi kegaduhan ataupun menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak.

Baca Juga :  Ramadan Berbagi, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Kunjungi Pasien di RSUD Bima

“Jangan sampai ada cerita yang berbeda-beda kemudian menimbulkan kegaduhan. Kalau memang ada tuduhan terhadap saya, mari dibuktikan. Kalau ada persoalan lain, mari kita luruskan bersama berdasarkan fakta,” tegas IR.

IR berharap seluruh persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui klarifikasi dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menyatakan siap menyampaikan bukti komunikasi yang dimilikinya kepada pihak terkait.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari RNS, PNM Mekar Unit Kota Bima maupun RSUD Kota Bima terkait pernyataan IR tersebut. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai duduk persoalan yang sebenarnya. (Red)Menulis
IR Ungkap Dugaan Permintaan Urine untuk Medical Check-Up, Pertanyakan Respons PNM Mekar
Kota Bima — Seorang pria berinisial IR mengungkapkan pengalamannya setelah mengaku dimintai bantuan oleh seorang perempuan berinisial RNS, yang disebutnya merupakan karyawati PNM Mekar Unit Kota Bima.
Menurut pengakuan IR, dirinya diminta membantu mencarikan urine milik seorang perempuan. Kepada IR, permintaan tersebut disebut berkaitan dengan keperluan medical check-up. IR mengaku tidak mengetahui lebih jauh mengenai tujuan penggunaan urine tersebut karena menurutnya hal itu bukan ranah maupun urusannya.

Baca Juga :  Taman Literasi Gaungkan Green Movement di Rabangodu Utara, Produksi Komposter hingga Rintis Kebun Kolektif

Meski demikian, karena merasa ingin membantu, IR kemudian berupaya mencarikan urine tersebut. Ia mengaku mendatangi sekitar sembilan orang perempuan. Namun, delapan orang di antaranya menolak karena khawatir urine tersebut disalahgunakan.

Hingga akhirnya, seorang perempuan bersedia memberikan urinenya dengan syarat agar tidak disalahgunakan.

<banner 500x600
banner 120x600
Example 400x400