Buser Official NET, Bima – Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mulai melaksanakan survei awal terhadap usulan lokasi pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026.
Kegiatan survei awal tersebut dilaksanakan pada Sabtu (11/4/2026) oleh tim Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, dimulai dari desa penyangga yakni Desa Boro dan Desa Piong, dengan desa utama berada di Desa Kore, Kecamatan Sanggar. Survei ini merupakan bagian dari tahapan persiapan verifikasi lapangan oleh tim dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima, Tajudin, SH., M.Si., menyampaikan bahwa sesuai jadwal, tim kementerian akan mulai melakukan survei lapangan pada 12 April 2026.
“Tim kementerian dijadwalkan mulai melaksanakan survei lapangan pada tanggal 12 April 2026 dan akan menginap di Desa Kore sebagai lokasi awal pelaksanaan. Selanjutnya, kegiatan survei akan dilanjutkan ke desa-desa lain sesuai dengan usulan yang telah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bima,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini sepenuhnya mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan oleh tim kementerian, sementara pihak dinas berperan dalam mendampingi proses survei tersebut. Adapun total usulan mencakup 6 desa utama dan 11 desa penyangga.

Kegiatan survei ini dijadwalkan berlangsung mulai 12 April hingga 23 April 2026.
Tajudin berharap melalui program Kampung Nelayan Merah Putih ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, memperkuat ekonomi nelayan, serta mengembangkan kawasan perikanan yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
“Dukungan dari semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar program ini dapat berjalan lancar dan sukses,” pungkasnya. (BSR001)









