Di Sanggar, Masih Ada Napas Terakhir Yang Menjaga Keseimbangan Alam

Buser Official NET, Ungkapan penuh makna yang disampaikan Lila Ramadhani Sukendy dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @lilasukendy pada Rabu, 4 Februari 2026, menjadi sorotan publik. Pada bagian pembuka video tersebut, Lila menuliskan kalimat, “Di Sanggar ada napas terakhir yang menjaga keseimbangan alam”, sebuah ungkapan reflektif yang menggambarkan kondisi alam Kecamatan Sanggar saat ini.

Example 300x600

Narasi tersebut merujuk pada Hutan Desa Saro Lestari, yang hingga kini dikenal sebagai satu-satunya kawasan hutan yang masih tersisa di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Di tengah masifnya alih fungsi lahan, penyempitan kawasan hutan, serta tekanan aktivitas manusia, Saro Lestari menjadi benteng terakhir yang menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.

Hutan ini tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru lingkungan, tetapi juga sebagai rumah terakhir bagi berbagai jenis flora dan fauna yang bergantung pada ekosistem hutan alami.

Baca Juga :  KADIN Ciptakan Ruang Publik Produktif Melalui Program Kalaki Sunset Market

Dalam video itu, Lila secara implisit menyoroti kenyataan pahit bahwa kawasan hutan di Sanggar terus mengalami penyusutan dari waktu ke waktu. Perambahan, pembukaan lahan, serta minimnya pengawasan menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hutan desa tersebut. Jika tidak ada upaya perlindungan serius, Hutan Saro Lestari dikhawatirkan akan mengalami nasib serupa dengan kawasan hutan lain yang telah lebih dulu hilang.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Bima dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Sanggar, Tambora, Soromandi, dan Donggo, Lila Ramadhani Sukendy merasa memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk terus menyuarakan isu-isu lingkungan hidup. Pesan yang disampaikannya melalui media sosial bukan sekadar ungkapan emosional, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat di wilayah yang diwakilinya.

Baca Juga :  Kebakaran Rumah Dua Lantai di Desa Sangia, Pemilik Dilarikan ke Puskesmas

Hutan Saro Lestari sendiri memiliki peran strategis bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi habitat flora dan fauna, kawasan ini berfungsi sebagai penjaga sumber mata air, pengendali iklim mikro, serta penyangga alami dari potensi bencana ekologis seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Bagi masyarakat adat dan warga lokal, hutan tersebut juga memiliki nilai sosial dan kultural yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Melalui unggahan tersebut, Lila mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat, hingga generasi muda untuk bersama-sama menjaga dan melindungi hutan desa yang tersisa. Menurutnya, pembangunan daerah seharusnya tidak dilakukan dengan mengorbankan lingkungan, melainkan harus berjalan seiring dengan prinsip kelestarian dan keberlanjutan.

<banner 500x600
banner 120x600