Buser Official NET, Kabupaten Bima merupakan salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki karakter geografis unik serta potensi sumber daya alam dan budaya yang melimpah. Terletak di bagian timur Pulau Sumbawa, kabupaten ini menjadi wilayah strategis yang menopang aktivitas ekonomi, pertanian, perikanan, dan pariwisata di kawasan timur provinsi tersebut.
Secara geografis, Kabupaten Bima berbatasan dengan Laut Flores di sebelah utara, Selat Sape yang mengarah ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di sebelah timur, Samudera Hindia di sebelah selatan, serta Kabupaten Dompu di sebelah barat. Posisi ini menjadikan Kabupaten Bima memiliki akses kelautan yang luas sekaligus peran penting dalam jalur transportasi, perdagangan, dan konektivitas regional.
Topografi Didominasi Pegunungan dan Perbukitan
Dari sisi topografi, Kabupaten Bima tergolong wilayah dengan bentang alam yang sangat beragam. Sekitar 70 persen wilayahnya didominasi oleh perbukitan dan pegunungan. Rentang ketinggian wilayah berada antara 0 meter hingga lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), mencerminkan kontras yang tajam antara kawasan pesisir dan dataran tinggi.
Salah satu titik tertinggi berada di kawasan Gunung Tambora dengan ketinggian sekitar 2.850 mdpl yang terletak di Kecamatan Tambora. Selain itu, wilayah pegunungan di Kecamatan Donggo serta kawasan Gunung Soromandi juga memiliki elevasi tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pegunungan. Sementara itu, dataran rendah tersebar di sepanjang wilayah pesisir seperti Kecamatan Sape, Sanggar, dan Woha, dengan ketinggian rata-rata 0 hingga 100 mdpl.
Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi
Kondisi geografis tersebut sangat memengaruhi struktur ekonomi masyarakat. Hingga kini, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Bima dengan daya serap tenaga kerja mencapai sekitar 49,17 persen. Sektor ini terbagi ke dalam beberapa subsektor utama yang terus dikembangkan pemerintah daerah.
Pada subsektor hortikultura, Kabupaten Bima dikenal sebagai salah satu pemasok bawang merah terbesar di Indonesia. Komoditas ini tidak hanya menjadi primadona ekspor, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Selain bawang merah, bawang putih tengah dikembangkan sebagai komoditas strategis, terutama di wilayah dataran tinggi, sementara cabai masuk dalam daftar program prioritas pengembangan pertanian berkelanjutan daerah.
Untuk subsektor tanaman pangan, jagung menjadi komoditas andalan lahan kering yang produksinya terus ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan industri pakan. Padi tetap menjadi fokus utama dalam mewujudkan swasembada pangan daerah melalui program tanam serentak. Di sisi lain, sorgum mulai dikembangkan sebagai alternatif pangan lokal, khususnya di wilayah dengan curah hujan rendah.









