Pada subsektor perkebunan dan peternakan, Kabupaten Bima mengandalkan komoditas perkebunan rakyat seperti mete dan kelapa. Di bidang peternakan, Bima dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ternak sapi yang secara rutin dipasok ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Jakarta.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima terus memprioritaskan modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), penyaluran bantuan benih, serta pendampingan petani guna menjaga produktivitas dan ketahanan sektor pertanian daerah.
Perikanan Didukung sebagai Sumber PAD Baru
Meski sektor pertanian dan peternakan secara historis menjadi tulang punggung ekonomi, sektor perikanan kini mulai didorong sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru. Sektor perikanan dan kelautan menjadi unggulan, terutama di wilayah pesisir timur seperti Kecamatan Sape dan Lambu.
Potensi ikan tangkap di Kabupaten Bima diperkirakan hampir mencapai 100 ribu ton per tahun, mencerminkan melimpahnya sumber daya laut di hampir seluruh wilayah teluk. Pengembangan perikanan mencakup perikanan tangkap laut serta budidaya air tawar, seperti nila dan lele. Pemerintah daerah juga mengoptimalkan fasilitas Balai Benih Ikan (BBI) Rade guna mendukung ketahanan pangan lokal dan nasional.
Pariwisata, Potensi Besar yang Belum Tergarap Optimal
Kabupaten Bima kerap disebut sebagai daerah dengan “potensi wisata yang tertidur”. Wilayah ini memiliki banyak destinasi eksotis, baik wisata alam maupun budaya, yang dinilai tidak kalah menarik dibandingkan Bali atau Lombok.
Destinasi wisata bahari unggulan antara lain Pulau Kelapa dan Gili Banta yang menawarkan panorama pantai serta spot snorkeling dan diving. Pantai Lariti dan Pantai Pink juga menjadi destinasi populer karena keunikan pasir pantainya, sementara Teluk Bima menyimpan potensi wisata bahari yang besar.
Di sektor wisata alam dan budaya, Gunung Tambora menjadi ikon wisata dengan sejarah letusan dahsyat yang menarik minat wisatawan minat khusus. Desa Wisata Maria di Kecamatan Wawo juga menjadi destinasi budaya yang pernah dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Selain itu, potensi wisata pegunungan sejalan dengan kondisi topografi Kabupaten Bima yang didominasi wilayah perbukitan.
Meski potensi pariwisata dinilai luar biasa, sektor ini masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan infrastruktur dan kontribusi terhadap PAD yang belum signifikan. Pembenahan dan penguatan sektor pariwisata terus menjadi fokus pemerintah daerah melalui dinas terkait.









