Buser Official NET, Kabupaten Bima – Pemerintah Kabupaten Bima memastikan proyek pembangunan ruas jalan Tumpu–Mpili menuju Kecamatan Donggo akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Proyek strategis tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima, Taufik, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap verifikasi dan sudah memperoleh persetujuan dari Balai Jalan Provinsi.
“Sekarang sudah tahap verifikasi dan sudah mendapat persetujuan dari Balai Jalan Provinsi. Ini menjadi salah satu proyek yang hampir pasti dikerjakan tahun ini oleh kementerian,” ujar Taufik kepada wartawan, Minggu (23/5/2026).
Ruas jalan Tumpu–Mpili menuju Donggo memiliki panjang sekitar 9,4 kilometer dengan total anggaran mencapai Rp37,47 miliar. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Bima dalam mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya pada sektor infrastruktur jalan.
Menurut Taufik, kemampuan fiskal daerah saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pembangunan yang terus meningkat. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pendekatan ke pemerintah pusat guna memperoleh dukungan anggaran tambahan.
“Kalau daerah tidak punya uang, ya kita berjuang menjemput anggaran di kementerian,” tegasnya.
Selain proyek Tumpu–Mpili menuju Donggo, Pemkab Bima juga tengah menyiapkan proposal tahap kedua untuk pembangunan jalur strategis lainnya, yakni ruas Langgudu Selatan menuju Karampi. Proyek lanjutan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp200 miliar.
Langkah agresif Pemerintah Kabupaten Bima dalam mengakses pendanaan pusat dinilai menjadi strategi penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur daerah. Saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Bima baru mencapai sekitar 52 persen sehingga masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan serta kawasan terpencil dan tertinggal seperti Donggo dan sekitarnya. (BSR001)









