Pertama di Indonesia, Program Gurubot Resmi Digelar di Bima, Sasar 4 Kecamatan dan Dorong Pembelajaran Tanpa Internet

Buser Official NET, Bima – Senin 30 Maret 2026, Program pelatihan Guru Bot resmi digelar di Kabupaten Bima dengan menyasar empat kecamatan. Pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Palibelo, Sanggar, dan Soromandi, sementara Kecamatan Donggo dijadwalkan pada hari kedua.

Kegiatan ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan diharapkan menjadi terobosan dalam dunia pendidikan, khususnya bagi wilayah dengan keterbatasan akses internet.

Example 300x600

Program Gurubot membawa misi besar dalam membantu siswa di pedesaan untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung tanpa bergantung pada koneksi internet. Inisiatif ini dinilai relevan dengan kondisi sejumlah daerah yang masih menghadapi kendala infrastruktur digital.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kombinasi, yakni pelatihan tatap muka di Kecamatan Palibelo yang dipusatkan di SDN Inpres Padolo, serta pelaksanaan daring melalui Zoom Meeting di Kecamatan Soromandi yang berlangsung di SDN Bajo dan Kecamatan Sanggar di SDN 3 Kore. Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Donggo akan dipusatkan di SDN Inpres Rora pada hari berikutnya.

Baca Juga :  Pemkab Bima Buka Segel SDN 2 Ntonggu, Wakil Bupati Tegaskan Lahan Sah Milik Daerah

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima yang dihadiri langsung oleh Kepala Dikpora sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan pendidikan berbasis teknologi di daerah.

Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pembekalan terkait penggunaan platform Gurubot berbasis kecerdasan buatan (AI). Materi yang diberikan meliputi penyusunan bahan ajar, pembuatan soal, hingga pemanfaatan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan efisien di kelas.

Amanda Simandjutak selaku Co-Founder di Yayasan Daya kreasi anak Bangsa

Co-Founder Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa, Amanda Simandjutak menyampaikan bahwa Kabupaten Bima dipilih sebagai lokasi perdana karena adanya dukungan dan kolaborasi yang baik dengan berbagai pihak.

“Kegiatan implementasi Guru Bot ini untuk pertama kalinya kami adakan di Kabupaten Bima. Kami memilih Bima karena memiliki relasi yang baik, khususnya dengan Ibu Lila Ramadhani Sukendy yang telah memberikan dukungan bersama pemerintah daerah. Kami ingin dapat maju dan berkembang bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Bedah Program Selasa Menyapa, DPC GMNI Kabupaten Bima Gelar Talk Show Refleksi Pembangunan Daerah

Pada tahap awal, program ini melibatkan lima sekolah sebagai peserta, dengan target ke depan dapat diperluas hingga 20 sekolah di wilayah Kabupaten Bima.

“Meskipun saat ini kami telah mendapatkan dukungan, namun sifatnya masih terbatas. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan perhatian dan dukungan yang lebih besar dari pemerintah daerah agar program ini dapat terus berkembang,” tambahnya.

<banner 500x600
banner 120x600