Buser Official NET, Bima – Tim pilot project Guru Bot Daerah Kabupaten Bima kembali mengunjungi SDN Inpres Tonggorisa, Selasa (10/03/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan versi terbaru media pembelajaran Guru Bot yang kini telah dikembangkan dalam bentuk website.
Pilot project Guru Bot merupakan program percontohan berupa aplikasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program ini merupakan hasil kolaborasi anggota DPRD Dapil III Kabupaten Bima, Lila Ramadhani Sukendy, dengan Markoding (Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa), organisasi nirlaba yang bergerak dalam upaya mengatasi kesenjangan keterampilan digital (skills gap) serta mengurangi pengangguran usia muda di Indonesia.
Koordinator Tim Fasilitator Guru Bot, Tania Sukendy, mengatakan bahwa awalnya tim berencana memanfaatkan perangkat Crownbook yang ada di sekolah sebagai media pendukung pembelajaran. Namun karena perangkat tersebut belum tersedia di SDN Inpres Tonggorisa, tim membawa beberapa laptop bantuan dari Markoding untuk menunjang kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, sebelumnya tim Guru Bot juga telah mengunjungi sekolah tersebut untuk memperkenalkan aplikasi Guru Bot sekaligus meminjamkan beberapa handphone sebagai sarana pembelajaran digital bagi siswa.
“Pada kunjungan kali ini, sistem pembelajaran Guru Bot telah mengalami pengembangan. Jika sebelumnya berbasis aplikasi di handphone, sekarang sudah dikembangkan menjadi berbasis website yang bisa diakses langsung oleh guru maupun siswa,” jelasnya.
Menurut Tania, salah satu keunggulan pengembangan tersebut adalah sistem akses yang lebih praktis. Jika sebelumnya guru harus membuat akun secara manual untuk setiap siswa, kini siswa cukup menggunakan barcode khusus sebagai kode untuk masuk ke dalam media pembelajaran Guru Bot.

Selain itu, pada tampilan khusus guru kini tersedia fitur yang lebih lengkap, termasuk pembuatan fondasi pembelajaran yang berfungsi hampir seperti mata pelajaran. Fondasi tersebut menjadi acuan dalam memantau sekaligus meningkatkan perkembangan belajar siswa.
Melalui media pembelajaran berbasis website ini, siswa dapat mempelajari berbagai kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berbicara yang menjadi fondasi penting dalam proses belajar di tingkat sekolah dasar.









