Buser Official NET. Kota Bima – Seorang pria berinisial IR mengungkapkan pengalamannya setelah mengaku dimintai bantuan oleh seorang perempuan berinisial RNS, yang disebutnya merupakan karyawati PNM Mekar Unit Kota Bima.
Menurut pengakuan IR, dirinya diminta membantu mencarikan urine milik seorang perempuan. Kepada IR, permintaan tersebut disebut berkaitan dengan keperluan medical check-up. IR mengaku tidak mengetahui lebih jauh mengenai tujuan penggunaan urine tersebut karena menurutnya hal itu bukan ranah maupun urusannya.
Meski demikian, karena merasa ingin membantu, IR kemudian berupaya mencarikan urine tersebut. Ia mengaku mendatangi sekitar sembilan orang perempuan. Namun, delapan orang di antaranya menolak karena khawatir urine tersebut disalahgunakan.
Hingga akhirnya, seorang perempuan bersedia memberikan urinenya dengan syarat agar tidak disalahgunakan.
Setelah mendapatkan urine tersebut, IR mengaku kemudian diminta RNS untuk membawanya menggunakan sebuah botol kecil menuju RSUD Kota Bima.
Namun, ketika berada dalam situasi tersebut, IR mulai merasa perlu memastikan persoalan sebenarnya. Ia mengaku ingin mengetahui apakah benar terdapat kegiatan medical check-up yang dilakukan oleh perusahaan PNM Mekar dan apakah penggunaan urine tersebut memang bagian dari prosedur pemeriksaan kesehatan.
“Saya awalnya hanya membantu karena saya mengenal dekat RNS. Tetapi saya juga tidak ingin persoalan ini menjadi masalah di kemudian hari. Karena itu, saya merasa perlu meluruskan dan memastikan semuanya,” ujar IR.
IR menegaskan dirinya tidak bermaksud menuduh atau menghakimi pihak mana pun. Ia berharap persoalan tersebut dapat diklarifikasi secara terbuka oleh pihak-pihak terkait.
Menurutnya, pihak PNM Mekar perlu memberikan penjelasan apakah benar terdapat medical check-up terhadap RNS. Sementara pihak RSUD Kota Bima juga dinilai perlu mengetahui adanya persoalan tersebut agar seluruh proses pemeriksaan dapat dipastikan berlangsung sesuai prosedur.
IR mengatakan langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk menghindari kemungkinan munculnya persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
“Saya hanya ingin semuanya jelas. Kalau memang benar ada medical check-up dari perusahaan, tentu lebih baik dilakukan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan pertanyaan,” ungkapnya.
Di sisi lain, IR juga menyinggung persoalan lain terkait hubungannya dengan RNS. Ia mengaku selama ini kerap mendapatkan perlakuan yang menurutnya tidak menyenangkan dan tidak beretika.
IR juga membantah apabila dirinya disebut pernah meminta uang atau melakukan pemerasan terhadap RNS.









